Ibu Siti Khotimah terhenyak kaget ketika didapatinya ruang kasir terbuka. Dengan hati berdebar ia menyapu seantero ruangan accounting dengan tatapan penuh curiga. Betapa terkejutnya ketika didapatinya laci meja kerjanya telah diobrak abrik. Untuk kepentingan penyidikan maka dilaporkannya kejadian tersebut yang terjadi untuk pertama kalinya di Korindo Asiki kepada pihak security dan Direktur Keuangan. Siti Khotimah (Penanggung Jawab utama) Kasir Korindo bersama karyawan-karyawati yang sedang berkumpul untuk pengambilan gaji karyawan pada Jumat 4 Februari 2011 Pkl. 04.00 sontak geger ketika secara pasti diketahui bahwa kasir Korindo dibobol maling. Selang beberapa menit kemudian petugas Polsek Jair mendatangi TKP dan mengidentifikasi kasus pencurian tersebut. Setelah barang bukti berupa sidik jari dan bekas-bekas yang tertinggal oleh pencuri tersebut baru Siti Khotimah dan Harjo memeriksa barang-barang berharga yang selama ini aman tersimpan di lacinya masing-masing. Brankas yang tidak bergeming meski telah dicungkil oleh besi tak dihiraukan oleh kedua petugas kasir tersebut termasuk Direktur Keuangan yang seketika itu juga hadir di TKP. Setelah diperiksa masing-masing laci oleh karyawan/ti yang berkantor di ruangan accounting diketahui sang malang telah membawa lari kurang lebih Rp 15.000.000,-
Ketua SPSI (Oral Bruner Leleng) yang datang ke TKP Pkl. 04.30 menghimbau agar setiap kantor memang harus ada yang piket dan sudah saatnya semua karyawan mengalihkan sistem pembayaran gajinaya melalui BNI yang merupakan Mitra Perusahaan baik dalam urusan Export/Import maupun transaksi keuangan sehari-hari. Dan sejauh ini belum ada keluhan dari karyawan yang telah beralih pengambilan gajinya melalui BNI, justru sebaliknya mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran BNI dalam lingkungan perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar