Rabu, 09 Februari 2011

KENAIKAN UPAH KARYAWAN KORINDO PAPUA 2011




Kepsepakatan antara Management Korindo Papua dengan Federasi Serikat Pekerja pada tanggal 9 Feruari 2011 tentang kenaikan upah pada tahun 2011 ada sedikit kenaikan dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah Propinsi Papua melalui SK Gubernur Papua No. 133 tahun 2010 tentang Penetapan Upah Minimum dan Upah Minimum Sektoral yang menetapkan UMP Propinsi Papua sebesar Rp 1.403.000,- per bulan. Naik 6,57 % dari tahun 2010 yang sebesar Rp 1.316.500,-.
Dalam kesepakatan yang berlangsung selama dua hari 9 s/d 10 Feruari 2011 antara Management Korindo dengan SPSI disepakati bahwa kenaikan upah untuk karyawan Korindo Papua masih mengikuti SK Gubernur hanya ada sedikit penambahan bagi mereka yang telah bekerja 1 tahun ke atas; berikut adalah komponen upah dan kenaikannya pada tahun 2011:
Untuk karyawan OT (Over Time):
Gaji Pokok tahun 2010 x 6,57% + Nilai Masa Kerja (insentive)
Untuk yang Bulanan Tetap dan harian tetap:
Gaji Kotor 2010 tidak termasuk premi hadir x 6,57 %  + masa kerja (insentive)
Nilai masa kerja:
No.
Masa Kerja (Tahun)
Penghargaan Masa Kerja
% kenaikan dari
tahun 2010
1
0 - 1
Sesuai UMP
Sesuai UMP
2
1 - 3
Rp 3.000,-
6.80
3
3 - 5
Rp 5.000,-
6.95
4
5 - 7
Rp 7.000,-
7.10
5
7 - 9
Rp 10.000,-
7.33
6
9 - 11
Rp 12.000,-
7.48
7
11 - 13
Rp 14.000,-
7.63
8
13 - 15
Rp 16.000,-
7.79
9
15 tahun ke atas
Rp 18.000,-
7.94

Demikian hasil kesepakatan kanikan upah tahun 2011 dan semoga informasi ini bisa memuaskan rasa penasaran kita. Selamat Bekerja dan hati-hati, keluarga Anda menanti di Rumah.

Minggu, 06 Februari 2011

KLARIFIKASI ISU SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)


Kehadiran kami Pengurus FSPSI Korindo Group Papua untuk mengklarifikasi berbagai isu yang meresahkan kita semua. Sangat disayangkan jika pada saat yang sangat membutuhkan integritas kita sebagai satu organisasi yang memiliki kekuatan penuh untuk membuat perubahan, malah ada SMS yang mendiskreditkan Federasi baik secara pribadi maupun sebagai organisasi. Berikut ini adalah SMS tersebut:
Ø  Pertanggungjawaban dana SPSI tidak jelas, dana minus, banyak pinjaman-pinjaman yang tidak jelas karena tanpa persetujuan pengurus dan anggota. Sekarang iuran SPSI dinaikan Rp 5.000,- tolong ditanyakan dan diminta pertanggungjawaban kepada ketua SPSI secara transparan.
Klarifikasi Pengurus:
1.       Untuk poin pertama silakan dilihat di laporan pertanggung jawaban keuangan yang sekarang sudah diedarkan di masing-masing bagian dan itu semua jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
2.       Untuk pinjaman SPSI itu atas persetujuan pengurus untuk kepentingan berjalannya organisasi. Sejauh ini tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah kami sebagai pengurus pasti akan bertanggungjawab
3.       Kenaikan Iuran SPSI menurut aturan 1 % dari dari gaji pokok kurang lebih Rp 13.165,- . Tetapi untuk kita di Korindo Asiki hanya 0.38 % dari gaji pokok yang senilai Rp 5.000,- dan itu sepadan dengan perjuangan SPSI periode 2010-2012 yang telah bekerja 14 bulan meliputi:
·         Pelayanan air minum masuk rumah di mess Asiki
·         Mefasilitasi perbaikan barak
·         Perubahan PKB yang sangat signifikan
Ø  Biaya berobat dari Rp 550.000,- menjadi Rp Rp 13.300.000,-
Ø  Yang mengundurkan diri mendapat uang pesangon yang tidak ada dalam undang-undang no. 13 tahun 2003
Ø  Kenaikan tunjangan
Ø  Lungsum perjalanan dinas
Ø  Beasiswa
PEMAKAIAN KEUANGAN SPSI APRIL S/D DESEMBER 2010
NO
JENIS PEMAKAIAN
 RUPIAH
%
1
BIAYA KOORDINASI DAN KONSUMSI DISNAKER
      1,765,000
     2.92
2
BIAYA KOORDINASI PENGURUS
          350,000
     0.58
3
BIAYA KOORDINASI SEKRETARIAT 
      3,315,000
     5.48
4
BIAYA OPRASIONAL SEKRETARIAT
      2,449,000
     4.05
5
BIAYA PERJALANAN DINAS PENGURUS
    12,250,000
   20.27
6
BIAYA SYUKURAN PKB
      4,297,000
     7.11
7
INVENTARIS SEKRETARIAT
      4,000,000
     6.62
8
IURAN KE DPC 5%
      6,420,000
   10.62
9
IURAN KE DPD 3%
      3,852,000
     6.37
10
IURAN KE DPP 2%
      2,568,000
     4.25
11
KONSUSMSI
      4,478,000
     7.41
12
SUMBANGAN DUKACITA
      1,168,000
     1.93
13
SUMBANGAN EMERGENCY
      2,000,000
     3.31
14
SUMBANGAN PASIEN RAWAT INAP
      2,628,000
     4.35
15
SUMBANGAN SUKACITA 
      1,205,000
     1.99
16
SUMBANGAN UNTUK KEGIATAN UMUM KARYAWAN
      6,693,000
   11.07
17
UCAPAN TERIMAKASIH PENGURUS YANG MENGUNDURKAN DIRI
      1,000,000
     1.65
TOTAL PENGELUARAN
                    60,438,000


Ø  Perusahaan akan menghilangkan masa kerja dalam komponen kenaikan gaji pada tahun 2011, karena SPSI sudah mengadakan perjanjian dengan management pada tahun 2010 “jika absensi karyawan tidak mencapai 90% maka perusahaan tidak akan membicarakan lagi kanaikan pada tahun 2011.
Klarifikasi Pengurus
1.       Bacakan Kesepakatan Bersama
2.       Penjelasannya:
Kesepakatan bersama tersebut dibuat untuk mencapai tingkat produktifitas yang tinggi demi keuntungan antara perusahaan dan karyawan.
Dan Targetnya itu ada di PKB yaitu perubahan yang sangat signifikan.
Kesepakatan tersebut poin 1 dan 2 batal demi isi kesepakatan secara keseluruhan karena poin 3 dan 4 tidak tercapai oleh perusahaan.
Kesimpulannya. Tetap akan dibahaskan. Soal keputusannya nanti kita tunggu perkembangan dalam minggu ini dan nantikan KOMANDO DARI FEDERASI.
SEMOGA PENJELASAN INI BISA MEMUASKAN. DAN TIDAK MENIMBULAKAN PRO KONTRA YANG MERUGIKAN KITA KARYAWAN. SALAM SUKSES.


Jumat, 04 Februari 2011

BRANKAS KASIR KORINDO DIBOBOL MALING

Ibu Siti Khotimah terhenyak kaget ketika didapatinya ruang kasir terbuka. Dengan hati berdebar ia menyapu seantero ruangan accounting dengan tatapan penuh curiga. Betapa terkejutnya ketika didapatinya laci meja kerjanya telah diobrak abrik. Untuk kepentingan penyidikan maka dilaporkannya kejadian tersebut yang terjadi untuk pertama kalinya di Korindo Asiki kepada pihak security dan Direktur Keuangan. Siti Khotimah (Penanggung Jawab utama) Kasir Korindo bersama karyawan-karyawati yang sedang berkumpul untuk pengambilan gaji karyawan pada Jumat 4 Februari 2011 Pkl. 04.00 sontak geger ketika secara pasti diketahui bahwa kasir Korindo dibobol maling. Selang beberapa menit kemudian petugas Polsek Jair mendatangi TKP dan mengidentifikasi kasus pencurian tersebut. Setelah barang bukti berupa sidik jari dan bekas-bekas yang tertinggal oleh pencuri tersebut baru Siti Khotimah dan Harjo memeriksa barang-barang berharga yang selama ini aman tersimpan di lacinya masing-masing. Brankas yang tidak bergeming meski telah dicungkil oleh besi tak dihiraukan oleh kedua petugas kasir tersebut termasuk Direktur Keuangan yang seketika itu juga hadir di TKP. Setelah diperiksa masing-masing laci oleh karyawan/ti yang berkantor di ruangan accounting diketahui sang malang telah membawa lari kurang lebih Rp 15.000.000,-
Ketua SPSI (Oral Bruner Leleng) yang datang ke TKP Pkl. 04.30 menghimbau agar setiap kantor memang harus ada yang piket dan sudah saatnya semua karyawan mengalihkan sistem pembayaran gajinaya melalui BNI yang merupakan Mitra Perusahaan baik dalam urusan Export/Import maupun transaksi keuangan sehari-hari. Dan sejauh ini belum ada keluhan dari karyawan yang telah beralih pengambilan gajinya melalui BNI, justru sebaliknya mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran BNI dalam lingkungan perusahaan.

Selasa, 01 Februari 2011

Kecelakaan lalulintas

Direktur Lee Jong Meong
Ikut Menyaksikan Perawatan Medis
Terhadap Korban Kecelakaan
Klinik Camp 19 dipenuhi oleh
Karyawan yant ingin melihat
kondisi korban
Depan Terminal Camp 19
Kecelakaan lalulintas terjadi di depan terminal Camp 19 yang menimpa Yeremias Yare (26) pengawas lapangan POP Div. 3. Yeremias melaju dengan sepeda motor dari arah barat (jalur kelapa sawit) terminal Camp 19 menabrak bumper belakang dumtruk POP 872 yang melaju dari arah selatan (jalur Logging) Asiki-Panggung Kali Kauh) dan dikemudikan oleh Rohim. Tabrakan maut yang tak dapat dihindarkan tersebut menyebabkan Yeremias harus segera diterbangkan ke Merauke. dengan penuh rasa simpati dan empati seluruh jajaran managen korindo dibawa komando langsung direktur Lee Jong Meong berusaha keras untuk mengevakuasi korban ke Merauke. Menurut keterangan dr. Firman keadaan korban memang kritis maka harus segera dirujuk ke Merauke.
Tenaga Medis menjahit luka  kepala
korban dibawah pimpinan dr. Firman



Kamis, 25 November 2010

KADIS TENAGA KERJA DAN KEPENDUDUKAN BOVEN DIGOEL MENGESAHKAN PKB REFORMASI KORINDO



(Ask, 25/11/10) Kepala Dinas Kependudukan dan Tenaga Kerja Boven Digoel Bpk. Drs. H. Agus Salim, Msi. Mengesahkan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) antara Federasi SPSI Unit Kerja Asiki dengan Management Korindo Group Papua. Dalam sambutannya, beliau yang sengaja datang dari Tanah Merah untuk mengesahkan PKB tersebut berkata, “dari semua PKB yang pernah saya baca sebelumnya, ini merupakan PKB yang paling baik”, “Jika Direktur Korindo mengatakan ini bukan PKB Inovasi tapi Revolusi, namun saya nyatakan ini adalah PKB Reformasi”.




Banyak hal yang dinilai mengalami kemajuan yang sangat baik khususnya berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan pekerja. Ini harus disyukuri oleh segenap pihak. Secara pribadi saya salut terhadap Ketua Serikat Pekerja dan untuk Management Korindo atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih. Keberadaan Korindo Group di Boven Digoel sangat membantu: (Menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan juga meningkatkan perekonomian di Boven Digoel khususnya dan Indonesia pada umumnya). Mengakhiri sambutannya Kadis Kepenaker tersebut mengajak semua pihak untuk mengawal PKB ini agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan kedua belah pihak pada saat merumuskan PKB ini.
“Agar tercapai keberhasilan bersama antara Pekerja dengan Perusahaan maka sangat diharapkan pengertian baik kedua belah pihak untuk menjaga kewajiban dan haknya masing-masing. Serikat Pekerja telah dengan segenap hati mengusahakan yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan Perusahaan.” Dari hati yang paling tulus saya menyampaikan terima kasih kepada Management Korindo yang meski dalam kondisi keuangan perusahaan sedang tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya, namun Perusahaan bersedia untuk memenuhi harapan kesejahteraan dan kesehatan yang diingini oleh pekerja”. Oral Bruner Leleng melanjutkan, “Perusahaan tidak berharap yang berlebihan dari pekerja, Management Korindo hanya mengharapkan agar kita pekerja menjunjung tinggi disiplin kerja. Karena hanya dengan disiplin tinggi kita bisa mencapai keberhasilan bersama”.
Direktur PT. Bade Makmur Orisa Logging, Bpk. Vinoba Chandra S.Hut. menyampaikan, “Dari sekian perusahaan yang bergerak di bidang Pengelolahaan Kayu di Indonesia tinggal Korindo Group saja yang masih bertahan. Ini membuktikan betapa kuatnya komitmen Korindo untuk terus melanjutkan kegiatan operasionalnya di tengah gempuran ekonomi global, tekanan Green peace dan berbagai hambatann lainnya yang kontra produktif. Dengan situasi ini kita sebagai pekerja Korindo harus bersyukur karena kita masih tetap bertahan. Dan dalam suasana tersebut Perusahaan memberikan banyak perhatian yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnnya khususnya tentang kesehatan dan kesejahteraan pekerja. PKB yang telah disepakati bersama ini merupakan jawaban atas tuntutan karyawan dan kemampuan yang disanggupi oleh perusahaan. Oleh karena itu, mari saya mengajak kita untuk mengawal PKB ini demi keberhasilan kita bersama Perusahaan dan Pekerja.

[New comment] Wisdom for the Journey

nagarajan v commented: "Really worth reading to motivate inner self confidence at times of depression" ...